Oleh: bennietha | Agustus 3, 2010
Storia
Lagi mau coba-coba cerita nie, beberapa cerita dibawah ini biasa diceritakan suami q
mudah-mudahan pada suka ya….
Thank’s honey, about all the stories.
-I love you-
Jangan Perdulikan Omongan Orang
Juha dan anaknya adalah dua orang yang selalu berbeda prilakunya. Setiap kali Juha memerintahkan anaknya untuk melakukan sesuatu, ia selalu menentang perintah itu dengan berkata “Apa kata orang tentang kita, jika mereka mengetahui akan hal itu?”
Suatu Ketika, Juha ingin memberi pelajaran kepada anaknya. Suatu pelajaran yang berguna dan membuatnya berhenti menuruti omongan orang lain. Karena dengan menuruti omongan orang, semua tujuan tidak akan bisa tercapai.
Ia menaiki seekor keledai dan menyuruh anaknya yang berjalan di belakang. Belum lama mereka melangkah, mereka bertemu dengan beberapa wanita. Para wanita itu berteriak kepada Juha, “Bagaimana kamu ini wahai lelaki, tidak adakah dalam hatimu rasa kasihan. Engkau naik keledai, sedangkan anakmu yang masih kecil engkau biarkan berjalan mengikutimu di belakang?”
Mendengar ucapan mereka, Juha turun dari keledainya dan menyuruh anaknya naik keledai itu. Mereka kemudian melewati sekolompok orang tua yang sedang duduk-duduk dibawah terik matahari. Salah satu dari mereka menepukkan kedua belah tapak tangannya dan menarik perhatian orang lain untuk melihat lelaki tolol yang berjalan membiarkan anak-anak naik keledai. Orang-orang itu mengomentari mereka, “Mau-maunya kamu berjalan dan membiarkan hewan itu untuk anakmu, lalu kamu berharap bisa mengajarinya malu dan sopan santun?”
Juha berkata kepada anaknya, “ Bukankah engkau mendengar ucapannya? Kalau begitu kita naik keledai ini bersama-sama. “ Kedua orang ini naik keledai dan melanjutkan perjalanan. Kemudian mereka bertemu sekelompok orang yang penyayang binatang. Mereka meneriaki ayah dan anaknya, “Tidakkah kalian takut kepada Allah? Menyiksa hewan yang kurus ini. Kalian berdua menaikinya bersama-sama, padahal berat kalian lebih berat dari berat keledai?”
Juha turun dari keledai dan menurunkan anaknya. Ia berkata, “Bukankah engakau mendengar ucapan mereka? Marilah kita berjalan kaki dan membiarkan keledai itu berjalan di depan kita, supaya man dari omongan jelek para lelaki, perempuan dan para penyayang binatang.” Keduanya pun berjalan dan keledai itu ber jalan di depan mereka. Di tengah jalan mereka bertemu dengan sekelompok orang yang suka usil yang pintar mengolok-olok. Mereka membuat Juha dan anaknya sebagai bahan ejekan dan hinaan
Mereka berkata, “Demi Allah, sebaiknya kalian menggotong keledai itu agar kalian bisa menjaganya dari jalanan yang tidak rata. “Mendengar ucapan mereka, Juha dan anaknya mencari sebuah pohon, lalu memotong dahan yang kuat dari pohon itu. Mereka mengikat keledai pada pohon itu dan kemudian menggotongnya. Belum berselang lama mereka berjalan, orang-orang berarak-arakan mengikuti Juha dan anaknya. Mereka menertawakan pemandangan aneh itu, sehingga seorang polisi menghentikan arak-arakan tersebut, lalu membawa Juha dan anaknya ke tempat penampungan orang gila.
Ketika perjalanan nereka berakhir di rumah sakit jiwa, tiba saatnya untuk menjelaskan kepada anaknya kesimpulan dari pengalaman mereka. Juha menoleh kepada anaknya sambil berkata, “Inilah, wahai anakku, akibat orang yang suka mendengarkan omongan orang lain, juga orang yang tidak berbuat kecuali untuk menyenangkan orang lain.”
Mengikuti omongan orang lain berarti membiarkan diri kita menjadi gabus yang setiap saat dapat mengempaskan kita ke batu karang yang cadas.
Like this:
Be the first to like this post.
dari Sahabats